Wednesday, August 22, 2012

Begitu Sakit Rasanya Jika Aku Mendengar Satu Nama Yang Disebut

bissmillah....

hari ini tanggal 23 Agustus 2012....
jika bisa saja hati ini di belah maka kalian akan melihat begitu banyak luka yang tergores d dalamnya, jujur mungkin ini sifat yang manusiawi...
Entah mengapa begitu sakit rasanya jika aku mendengar satu nama disebut, tapi aku tidak mau menyebutkan namanya biarlah hati ini memendam semuanya,

DENDAM !!!!!
sebenanrnya tidak pantas seorang muslim memiliki sifat dendam, tapi aku hanyalah manusia biasa yang memiliki perasaan, begitu pun dengan sifat DENDAM...

aku mencoba menepis perasaan sakit ini...
tapi, begitu sakit rasanya...
terlalu banyak aku mengalah , terlalu banyak aku diam, diam dengan membawa perasaan yang begitu membekas..

"aku hanya manusia" ,,  kenapa
aku selalu dimarahi dengan kata-kata yang kasar yang aku dengar setiap hari,
"aku ini menpunyai hati"

kenapa aku selalu disalahkan,
kenpa semua kesalahanku  selalu di perpanjang
  
Aku yakin Allah mengirimkan beliau agar aku bisa menjadi lebih Tegar menghadapi semua kehidupan,
memang beliau menggiginkan aku menjadi orang yang sukses,
namun aku merasa terlalu lelah dengan semua Sifat beliau,


salah satu permasalahan bersama beliau yang tak akan hilang di dalam hatiku :
Disaat Bulan Ramadhan mulai datang rasa dendamku udah mulai menghilang dan aku ingin sekali mau berjabat tangan dengan beliau dan ingin mengucapkan "maafkan atas semua kesalahanku"
tapi disaat aku datang aku merasa tidak di hormati, dan disaat itulah rasa dendamku mulai memuncak,
bahkan Di Hari Raya aku tidak mau menjabatkan tanganku kepada beliau??   


aku ingin sekali mengatakan hal yang selama ini aku pendam, ingin sekali rasanya aku berteriak ditelinga beliau sampai dia mendengar jeritan hati yang terluka karena ulah dia,
tapi rasanyya tak pantas, dan aku fikir itu tidak akan berguna, aku tidak ingin sama seperti dirinya yang menyakiti hati ini...

tapi aku bukanlah orang yang bodoh yang tidak mengerti perasaan orang lain, aku akan memberontak jika hati dan harga diriku terus diinjak injak....

mungkin memang aku yang bersalah, aku juga tidak merasa bahwa diriku sempurna, atau luput dari kesalahan, maka dari itu aku tidak ingin mengatakannya biarlah hati ini yang merasakan betapa sakitnya perasaan seperti ini aku tidak ingin hati dia juga ikut terluka.....

karena aku tau bagaimana perih dan sakitnya rasa ini...


aku akn mencoba melupakan rasa sakit ini dan membiarkan waktu yang menghapusnya,
dan tak perlu kukatakan hal yang sangat aku ingin katakan karena aku masih menghargai beliau sebagai seorang yang Telah mengajarkanku untuk Tegar.
Add to Cart More Info
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget