Saturday, July 21, 2012

Sindiran Minang

"Iyo Sabana Makan Katan Indak Ba karambia" (Tidak Pernah Mendapatkan Pelayanan Baik")

"Kok Cadiak Waang, Ambo indak Batanyo, Kok Kayo Waang, Ambo indak Mintak" ("Ungkapan Harga Diri Org Minang")

"Indak Pandai Manari, Kecek an Lantai nan Bagoyang" (Karena ketidak mampuannya Memcari Dalih Lain) 
"Manang Jadi Arang Kalah Jadi Abu" (Pertikaian yang tidak ada Pemenangnya)

"Buruak Muko Camin di Belah" (Orang yang Tidak mau Intropeksi Diri)

"Tibo Nampak Muko, Pai Nampak Pungguang" (Datang Baik-baik Pulang Baiki-baik/Pamitan)

" TALI TIGO SAPILINAN, TUNGKU TIGO SAJARANGAN" (3 Pilar Utama : Alim Ulama, Cerdik Pandai dan Pemerintah)

"Alun Kusuik Lai Sarawa, Alah Tibo Awak di Jakarta" (Perjalanan yang begitu Cepat)

"Takuruang handak di Lua, Tahimpik handak di Ateh" (Orang yang mau enaknya Sendiri)

"Mato padang jan ditapiak, mato hari jan ditantang" (Janang Menentang Pemerintahan yang Sah, dan Jangan Melanggar Peraturan)
"Pandai Maagak Maagiahkan, Pandai Baliku Dinan Tarang, Dibaliak Mangko Dibalah, PandaiBbalinduang Dinan Paneh" (Rasa tenggang menenggang bagi Pimpinan sangat diperlukan, dan sanggup mengatasi kesulitan Bawahannya)
"Sawah Indak Bapamatang" (orang yang tidak tahu adat istiadat)

" Alah Batuka Baruak jo Cigak" (Sama Saja tidak ada Beadanya)

"Alun Takilek lah Takalam" (Sudah bisa membaca situasi kemungkinan apa yang akan terjadi)
"Tabali Kuciang Dalam Karuang" (Tertipu)

"Mantimun Bungkuak" (Tidak di Perhitungkan / Tidak Masuk Hitungan)

"Bak pinang dibalah duo" (Bagai pinang dibelah dua. Dua orang yang serupa benar, misalnya adik atau anak kembar).

"Dalam duo tangah tigo" (Dalam dua tengah tiga. Tidak dapat dipercaya, alias tidak jujur).

"Indak duo kayonyo" (Tiada dua kayanya. Maksudnya, tiada ada orang lain sekaya dia).

"Lah duo kapalonyo" ( Sudah dua kepalanya. Kiasan untuk orang mabuk).

"Aia diminum raso duri" (Air diminum rasa duri. Sangat gelisah bersusah hati).

"Bak duri dalam dagiang" (Bagai duri dalam daging. Selalu merasa tak nyaman atau tak menyenangkan hati).

"Mampabauakan antimun jo durian" (Mencampurkan mentimun dengan durian. Misalnya dicampurkan saja laki-laki dengan perempuan, tentu akan mendatangkan hal yang tidak baik).

"Mandapek durian runtuah" (Mendapat durian runtuh. Mendapat untung besar tanpa bersusah payah).

"Muncuang disuok jo pisang, ikua dikaik jo duri" (Mulut disuap dengan pisang, pantat dikait dengan duri. Manis perkataanya, namun jahat maksudnya).

"Duduak sahamparan, makan saedangan" ( Duduk sehamparan, makan sehidangan. Makan sehidangan ialah makan sejambar (satu talam besar untuk bersama, biasanya 4 sampai 6 orang). Hal orang yang sama derajatnya).

"Tabaliak edong" ( Terbalik edong. Ibarat orang kaya meminjam uang kepada orang miskin).

"Bak maelo aua sunsang: Bagai menghela aur sunsang". (Melakukan suatu pekerjaan yang sukar. Dikatakan juga bak maelo aua dari ujuanngnyo, bagai menghela aur dari ujungnya)
Bilo ada nan ka Manambah di pasilahkan
Add to Cart More Info

Petatah Petitih

syarak basandi Kitabullah
syarak mangato, adat mamakai
camin nan indak kabua
palito nan indak padam
Adat bersendikan agama,
agama bersendikan Kitabullah,
agama mengatakan adat memakai,
cermin yang tidak kabur,
pelita yang tidak padam
Gadang jaan malendo
panjang jaan malindih.
Besar jangan melanda
panjang jangan melindih
Barek samo dipikua
ringan samo dijinjiang
ka bukik samo mandaki
ka lurah samo manurun

tatungkui samo makan tanah
tatilantang samo minum ambun
ka mudiak saantak galah
ka hilia sarangkuah dayuang
maelo karajo jo usao
mairik parang jo barani
Berat sama dipikul
ringan sama dijinjing
ke bukit sama mendaki
ke lurah sama menurun
tertelungkup sama makan tanah
tertelentang sama minum embun
ke mudik sehentak galah
ke hilir serangkuh dayung
menghela kerja dengan usaha
menghela perang dengan berani
Budi jan tajua,
paham jan tagadai
nan kayo iyolah kayo di budi
nan mulieh ilyolah mulieh di basa
Budi jangan terjual
paham jangan tergadai
yang kaya ialah budi
yang mulia ialah basa-basi
Condong mato ka nan rancak
condong salero ka nan lamak
rancak di awak
katuju di urang
Condong mata pada yang bagus
condong selera pada yang enak
bagus untuk kita

Ka mudiak sahantak gala
ka hilia sarangkuah dayuang
sakato lahia jo batin
sasuai muluik jo hati
Ke mudik sehentak galah
ke hilir serangkuh dayung
satu kata lahir dengan batin
sesuai mulut dengan hati
Adat dipakai baru
kain dipakai usang
bacupak sapanjang batuang
baadat sapanjang jalan
Adat dipakai baru
kain dipakai usang
bercupak sepanjang bambu
beradat sepanjang jalan
Labuah luruih jalannyo pasa
labuah luruih nan ka ditampuah
jalan pasa nan ka dituruik  
Jalan besar lurus dan jalannya jelas
jalan besar lurus yang ditempuh
jalan jelas yang dituruti
Duduak mampunyoi pamainan
Tagak mampunyoi parintang
Duduk mempunyai permaianan
Tegak mempunyai perintang (waktu)
Sia marunduak sia bungkuak
Sia malompek sia patah
Add to Cart More Info

Friday, July 20, 2012

Selamat Berpuasa Sahabatku

Puasa kali ini terasa sangat berbeda dari sebelumnya...
kali ini aku mungkin tidak bisa minta maaf secara berjabat tangan.
.untuk itu aku minta maaf kepada Sahabat semua
maafkan segala kesalahanku sejak pertama kita kenal sampai sekarang

alangkah baiknya kita saling memaafkan.

mohon maaf lahir dan batin.
hendramayuzi dan keluarga.



Add to Cart More Info

Thursday, July 19, 2012

AKU BUKAN ORANG YANG BAIK



                                    Selama ini aku merasa bahwa Aku bukan lah orang yang baik


   Aku tak bisa menjadi seorang anak yang baik, selama aku hidup ntah berapa kali aku menyakiti hati orang tua yang menyayangiku, ntah berapa kali aku mengecewakan mereka. Padahal mereka tak pernah menyakiti hati ku bahkan mereka dengan tulus merawat dan membesarkan ku.

Acap kali bantahan dan kata-kata yang tak pantas ku ucapkan kepada mereka keluar dari mulutku. Padahal apa yang mereka atas jasa ku, tak sebanding dengan jasa mereka kepada ku yang begitu besar.



                Aku tak bisa menjadi saudara yang baik, seharus sebagai saudara aku menjaga mereka, berbagi dengan mereka, saling mendukung, dan akur satu sama lain.. Tapi ntah berapa kali aku tak mau berbagi dengan mereka, aku menjadi seseorang yang tak seharusnya menjadi diriku sebagai seorang saudara, seharus nya aku ada disamping mereka saat kesusahan dan memberi semangat pada mereka, tapi aku tak mampu menumbuhkan bibit kebaikan dalam diriku, yang ada aku hanya menjadi seorang yang penuh dengan keegoisan.



            AKu tak mampu menjadi seorang teman yang baik, banyak diantara mereka yang mempunyai hati yang baik untuk berteman dengan ku, tapi aku tak mampu membalas kebaikan mereka.

Ntah beberapa kali aku berlaku culas kepada mereka, ntah berapa kali aku merusak kepercayaan mereka, ntah berapa kali aku menyakiti hati mereka, dan ntah berapa kali aku menyia-nyiakan mereka. Yang tak seharusnya ku lakukan kepada mereka teman yang baik untuk ku.

Terkadang diri ini tak sadar jika telah menyakiti mereka, tak perduli dengan derita yang mereka rasakan, tak melihat dengan apa yang mereka lakukan untuk ku. Yang seharusnya sebagai teman, ku bisa merasakan apa yang mereka rasakan.



             Aku tak mampu menjadi hamba Allah yang baik, ntah berapa kali aku melanggar perintahnya, ntah berapa kali aku membuatnya marah, ntah berapa kali aku melakukan larangannya, yang tak seharusnya kulakukan. Aku tak mampu menjadi hamba nya yang baik, aku lupa siapa diriku , darimana aku berasal, dan kemana tujuan ku. Yang seharusnya aku senantiasa selalu mendekatkan diri kepada Allah, namun aku enggan melakukannya. Aku terlalu sombong, padahal tak seharusnya aku sombong , karena tak ada yang bisa ku sombongkan , dan semuanya adalah milik Allah. Ampuni hamba Ya Allah..



           Dari semua itu , aku hanyalah manusia biasa yang mempunyai banyak kesalahan, yang mempunyai banya kekurangan, dan semoga aku bisa memperbaiki semua kesalahan yang telah kuperbuat, dan menutupi semua kekurangan ku dengan hal yang baik.
Add to Cart More Info
There was an error in this gadget
There was an error in this gadget